23 April 2009
Perempuan dan Copypaste …
Fiuhhh,… misi, saya tarik nafas dulu yahhh.
Anyway… Setelah rally comment yang serasa gak berhenti-berhenti diposting saya yang ini… Saya gak nyangka kalo tulisan saya itu ternyata dicopypaste oleh seseorang diblognya dengan sedikit merubah narasinya, menjadi seolah olah hasil tulisan yang bersangkutan.
Hahahahaha… saya sendiri tadinya gak sengaja… Mencoba tracking back (menelusuri kembali) ke linkback yang ada diposting ini dari blognya dony. tiba-tiba mata saya tertuju pada trackback link di sidebarnya…

Kenapa juga kasih tanda hati?, bukan tanda lingkaran?…
Well, saya ingin memberikan ‘cinta’ saya untuk orang yang juga berani posting tentang emansipasi yang kebablasan ini.
hmmmm… buru-buru saya kesana karena judulnya sama,… Berharap siapa tahu akan ada pencerahan buat saya menjawab komen2 anda, yang sungguh sangat bombastis… but fun anyway, hehehe.
Tapi sampe sana… saya terpana sejenak… menahan nafas… ”DIE IN SEVEN SECOND’… and then ngakak guling guling begitu menyadari,.. My Goodness, isi tulisan tersebut adalah hasil copy paste dari tulisan saya disini
Ahakahakahkahakahakahakhakk… ![]()
Saya tidak bermaksud menelanjangi si mas ini dengan posting saya.
Bukan!!!
Saya ingin memberikan sedikit pembelajaran tentang blogging dan menghargai karya orang lain.
Pertama:
Hati-hati ketika mengcopy paste tulisan orang lain… periksa apakah tulisan itu link juga ke tulisan orang lain yang tidak anda kenal... tapi jelas2 penulis aslinya menulis link itu sebagai tulisan sahabatnya…
Kamu kenal gak sama dony?, hahahaha… Don, kamu kenal gak sama samsul?
Sejatinya memang ketika kita menulis sesuatu, browsing dan mempelajari tulisan orang lain itu memang sangat lumrah sekali, bahkan sangat mutlak kita lakukan sebelum kita menuliskan sesuatu, untuk kemudian dibaca oleh orang banyak…. supaya kita tidak salah persepsi.
Saya pun demikian,… sebelum saya menulis, saya selalu membaca… Entah buku bacaan, atau melalui layanan internet online yang sudah banyak menyajikan e-books gratis yang bisa kita baca kapan saja.
Yg tidak saya sangka adalah,… tulisan saya dicopy paste tanpa ijin dari saya, tanpa link back ke blog ini, dan tanpa mencantumkan source dari mana tulisan tersebut berasal. Dan NYARIS sama 100% !!!
Biar saya gak bicara kosong, silahkan intip blog itu disini…

Berasa De Javu gak sih?
O’oouuuwww
kok kata-katanya sama ama tulisan saya yahhh…cuma dirubah dikit2 doang… misalnya:
Silly:
Hari ini, 21 April 2009, katanya diperingati sebagai hari Kartini. Banyak yang mampir ke blog saya mengucapkan selamat hari kartini, pun di FB saya dan diplurk, semua ramai-ramai mengucapkan selamat Hari Kartini. Saya bingung… kenapa saya yang diselamatin?… Apakah saya berulang tahun???…, Tidak, saya tidak sedang berulang tahun, dan saya tidak sedang merayakan kemenangan saya atas lotre apapun.
Dia:
Kemarin, tgl 21 April 2009, katanya diperingati sebagai hari Kartini. Banyak orang yang saling mengucapkan selamat hari kartini. Di fesbuk pun banyak orang yang menuliskan statusnya dan saling bertukar tulisan di wall, semua beramai-ramai mengucapkan selamat Hari Kartini. Aku bingung, mengapa semua orang melakukan ini. Apakah ini merupakan bentuk perayaan semata atau sekedar formalitas belaka. Kalau ada yang kebetuan berulang tahun dan berjenis kelamin perempuan tidak ada masalah sepertinya. Namun, bagi yang tidak, mengapa harus berbondong-bondong menuliskan ucapan selamat tersebut. Bukankah lebih baik menuliskan : Wahai Kartini, Terima Kasih Banyak Yah.
Gak ada ekspresi lain yang bisa saya kasih selain ini… ![]()
Banyak lagi yang lucu dan nggak nyambung lagi, secara tulisan itu khan yang buat perempuan, kalo dicopy begitu, dan redaksinya dirubah dikit2… malah terkesan yang nulisnya kok lebay banget
Ada yang paling bikin saya geli.
Daftar perempuan hebat dinegeri ini yang kemarin saya buat di sini, ditambahin menjadi 10 biji!!!… Yang menarik, pemilihanperempuan hebatnya kok ya bisa-bisanya Dian Nitami, hahahahahaha… Gak ada artis yang lain gitu mas???… Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada Dian Nitami, rasanya Angelina Sondakh masih lebih pantes masuk dalam sepuluh besar itu.
Atau kalo mo sedikit sinting gokil, ikuti saran Mas Iman Brotoseno, yang penempatkan saya di urutan ke 8 list tersebut…Kenapa harus DN yah?
Maap banget mas tapi kelihatan sekali kalau anda sangat kurang wawasan. Anda bilang gak mau copas… tapi yang anda lakukan ini apa dong namanya kalo gak copypaste?
Baca aja profile anda membuat saya sebetulnya kasihan pada anda kalau saya tulis disini… tapi anda tidak membuka jalur komunikasi sih, jadinya saya tidak bisa meminta anda untuk mencantumkan dari mana anda mengcopy tulisan itu. Pesan saya… jadilah mahasiswa yang cerdas.
Anda harapan bangsa ini. Kalau masih dibangku kuliah aja anda sudah mulai berkelakuan tidak beretiket seperti ini, saya tidak heran kalau nanti bangsa ini akan end up worst than what we are facing now!
Kalau memang merasa tulisan orang lain itu menarik, silahkan anda copy, tapi tolong cantumkan sourcenya… seperti yang anda tulis ketika anda bilang begini:
Bagi anda yang ingin menyebarkan/menggunakan materi yang ada dalam blog ini, silahkan, tetapi dengan mencantumkan samsul-arifin.math.web.id sebagai sumbernya.
Saya pun berharap anda memperlakukan ini pada semua posting anda yang ternyata hampir semua adalah copypaste dari blog orang lain.
Cuma satu pesan saya. Mari belajar menghargai karya orang lain, blog juga karya cipta loh. Bagaimana jika saya bermaksud membukukan tulisan itu??? Anda bisa dituntut 500 juta loh menurut undang2 yg berlaku.
Tapi saya gak akan menuntut… posting ini hanya sekedar proses pembelajaran saja, untuk kamu dan saya dan siapa saja… agar lebih berhati-hati lagi di ranah blogoshphere ini, dan lebih menghargai karya orang lain.
Treat people as you wanted to be treated.
Salam persahabatan,
Silly
19 April 2009
Perempuan Senja dan 1000 burung kertas
Aku memandangi perempuan ini dalam diam…
Ada haru yang menyesakkan dadaku ketika melihat senyumnya yang terus mengembang, manakala jari jemarinya dengan lincah mengajari anakku membuat burung-burung kertas dari origami paper warna-warni.
Jari-jarinya mungil… putih dan tetap cantik meski sudah termakan usia itu… Ah, cantik sekali kamu mom… mengapa tidak kau turunkan cantik itu untukku… Kupandangi jari jemariku… hmmm,… aku bahkan tidak pernah memberikan yang terbaik untuk jari jemariku… yang selama ini sudah setia mengerjakan semua tugas-tugasku.
Kupandangi lagi wajahnya. Ahhh… wajah itu… selalu memancarkan warna warni yang lebih cerah dari warna warni kertas origami yang berserakan dihadapannya.
Sesekali matanya melirik padaku sambil tersenyum bangga… manakala anakku berhasil menyelesaikan satu burung kertasnya… Seolah hendak berkata:
“Did you see that honey?… You have done a very good job on her, I’m so proud of you”.
Dan aku menatapnya kembali dengan mesra, sambil tersenyum mengangguk… Meyakinkannya bahwa aku tahu rasa apa yang ada dihatinya. Dan dengan haru yang membuncah aku akan berkata…
“Yes, mommy, I know…. And I’m copying that from you”
Lalu perempuan ini bercerita tentang dongeng Seribu burung kertas pada anakku. Konon seribu burung kertas ini dibuat ketika kita hendak memohon sesuatu, seperti kesembuhan bagi orang yang kita cintai.

Siang itu…
Beliau brcerita tentang seorang wanita yang diusia senjanya… tiba-tiba menyadari bahwa kesempatannya untuk menebar cintanya di dunia ini sudah tidak panjang lagi.
Waktunya tidak banyak lagi… dan dia merasa belum melakukan banyak hal untuk membuat hidupnya berharga di dunia ini.
Ya… penyakit kanker yang dideritanya, kini sudah menyebar ke hati (Liver) dan Kelenjar Getah Beningnya (KGB).
Tidak ada lagi harapan baginya untuk hidup, tidak ada lagi harapan baginya untuk sembuh.
Tapi dia masih punya kesempatan untuk membuat hidupnya berarti. Dan disisa waktunya yang tinggal sedikit ini… dia ingin menghabiskannya dengan sahabat-sahabatnya dan orang yang paling dicintainya… Lelakinya.
Yang ajaib kemudian adalah… sahabat-sahabatnya mulai membuat 1000 burung kertas untuk kesembuhannya, disetai doa… supaya perempuan ini tetap ada ditengah-tengah mereka, bahkan sampai melewati batas vonis yang diberikan dokter.
Dan entah karena doa yang dipanjatkan sahabat-sahabatnya melalui 1000 burung kertas tadi… atau karena Tuhan masih terlalu sayang pada orang-orang yang dikasihi si perempuan senja ini,… sehingga mereka masih dikasih sedikit lagi waktu untuk menunjukkan padanya, betapa mereka mencintai perempuan ini…
Ya… 8 bulan sisa waktu yang diberikan dokter sudah lewat… entah masih berapa lama lagi waktu yang tersisa… tapi dia tidak lagi perduli.
Setiap hari yang hadir diwajahnya hanya senyuman yang tulus…
Seperti hari ini, ketika perempuan senja ini bercerita tentang kanker yang sudah menggerogoti hampir seluruh organ dalam tubuhnya.
Dengan tersenyum dia berkata,
“Kalau saya masuk rumah sakit lagi…. berarti itu udah yang paling terakhir yahhh… gak boleh ada yang nangis yahh… saya gak papa kok… saya cuma pindah rumah… “
Ahhhh… Kamu…
Hari ini aku belajar sesuatu dari perempuan senja ini…
“Patience… and Happiness… is UNLIMITED… when you already have peace with your self”
“Kesabaran… dan Kebahagiaan… sudah tak terbatas lagi… Ketika kita sudah berdamai dengan diri sendiri”
Dan airmata ini kembali mengucur deras.
Mom… Please hang in there… Just give me a little bit more time… when I make our dream come true.