Perempuan, perempuan dan perempuan

12 June 2009

Perempuan dan Mencintai Musuh

by silly

Perempuan adalah makluk yang paling perasa.

Segala hal yang berhubungan dengan rasa, sangat mudah datang silih berganti dalam kehidupan perempuan, terkadang bahkan dalam hitungan detik.

Kadang ketika kita benci pada seseorang, yang timbul dari dalam hati HANYALAH nafsu amarah dan keinginan untuk membalas dendam.

Saya mengerti, karena sayapun demikian.

Namun kemudian saya belajar bahwa amarah dan dengki hanya menghabiskan energi saya, menyiksa saya sendiri, dan menyeret saya pada arus energy negatif yang membuat saya tidak nyaman, dan sama sekali tidak bisa menikmati hidup.

Gambar diambil dari sini

Ketika orang berkelakuan kasar pada saya, hasrat untuk segera membalas dan memberi pelajaran pada orang ini luar biasa besar dalam diri saya.

Well… saya memang dibesarkan dalam keluarga yang sangat menghargai diri sendiri, sehingga saya tidak pernah berdiam diri ketika ada yang menghina atau berlaku kasar pada saya.

Yang pertama terpikir cuma BALAS DENDAM.

An EYE for an EYE!!!,

Ya, itu yang terpikir. Enak aja dong dia  seneng-seneng sementara dia sudah bikin hidup saya susah?.

“Kalo bukan saya sendiri, siapa lagi yang akan menghargai saya, kalau saya membiarkan mereka berbuat seenaknya pada saya”.

Ini yang selalu ditanamkan papa saya.

Namun seiring berjalannya usia, saya semakin sadar bahwa membalas dendam, hanya akan membuat saya kehilangan banyak sekali energy dan membuat saya menjadi MISKIN.

Semua energy positif saya terkuras HABISSSS, dan yang tersisa hanya amarah dan dengki, yang membuat hidup saya jadi tidak nyaman, tidak tenang, dan saya menjadi semakin pemarah.

Energy negatif ini kemudian termultiply menjadi bencana yang semakin lama akan semakin besar dan berubah menjadi BADAI dalam hidup saya.

Sebaliknya…

K etika saya membagikan perasaan sayang saya pada orang lain… menghibur orang yang berduka atau berbagi kasih dengan orang yang membutuhkan… pada saat yang sama, saya merasakan seluruh energy negatif yang ada dalam diri saya menghilang… rasa marah dan perasaan bersalah juga berkurang…

Dan saya merasa luar biasa bahagia... :)

Jadi…

Ketika saya mencintai orang lain… berbagi kasih dengan oranglain… sebetulnya saya sedang melakukannya untuk diri saya sendiri… menguatkan dan membangun energy positif dalam diri saya sendiri.

Mungkin ini agak kedengaran aneh…

“Mencintai orang yang membuat kita marah?..  “Ah… C’mon… we’re not an angel anyway…”

Yes, indeed… BUT by doing this… Kita akan meningkatkan gelombang energy dalam diri kita…

Tapiiiii…

Untuk bisa mencintai orang lain, yang pertama-tama harus saya lakukan adalah MENCINTAI DIRI SAYA SENDIRI…

Karena dengan mencintai dan menerima diri apa adanya… maka cinta dan energy itu akan mengalir dalam diri saya, dan memancar kasih itu kesiapa saja yang ada disekeliling saya.

Mari melihat segala kegagalan dalam hidup sebagai pelajaran berharga sehingga kita diberi kesempatan untuk meningkatkan gelombang energy kita dan menyadari cinta itu apa.

The truth is that when we are around positive and loving people we feel calm and peaceful too and their loving rubs off on us. And so it is when we put forward this loving energy to those in our life.

So, dengan mengubah diri kita menjadi orang yang pemaaf dan mencintai musuh kita, kita sudah merubah sekeliling kita, dan mengubah KETAKUKAN dan AMARAH menjadi CINTA dan AFEKSI.

Pertanyaan berikutnya adalah,… “Apakah kita bener-bener sudah sanggup memberikan pipi kiri kita, ketika seseorang “menampar” pipi kanan kita?”

Just my two cents,

Salam,

Yang sedang belajar mamaafkan :)

Filed under Friendship and Olahraga and kasih sayang at 15:40 and tagged , , , , , , ,
366 comments »

6 May 2009

Perempuan dan Nurunin Badan…

by silly

Hari ini saya excited banget. Bukan karena saya tiba2 diajakin ketemuan sama Nikolas Saputra (oh no… dream on it silly!!!), tapi karena lingkar pinggang saya turun 5 (LIMA!) cm, ahayyy… Asyik khan?

Gile… saya gak nyangka juga… secara latihannya gak terlalu berat, tapi focus pada daerah-daerah yang bermasalah.

Ceritanya, karena salah satu penyakit yang gak penting (males critanya, gpp khan?) … saya diharuskan mengkonsumsi obat2an yang seabrek2… dan mengurangi aktifitas fisik.

Nahhh… sayangnya… saya orang yang GILA-olahraga… (tolong jangan dipisah, karena artinya sangat beda banget, sumpah :P ). Jadi ketika saya berhenti beraktifitas sama sekali… (bilang aja MALES)… dan tidak membatasi makanan karena ingin memanjakan diri sendiri, kapan lagi ya bok?…  (bilang aja RAKUS, hehehe),… maka… anda pasti tahu akibatnya apa…

*ini yang komen sapa sih yang dalam kurung, ganggu banget dehhh*
*dipentung*
*ditendang ke arab, dijadiin TKW*
*balik lagi naik Adam air, nerusin artikel ini* :P

Anyway…

Jadi yahh, karena gue dah mulai gak nyaman dengan bentuk tubuh gue yang tiba2 melar… dada yang tiba-tiba makin “membusung” dan membuat guru Aikido saya menunjukkan mimik serasa pengen nyusu… :P, serta mengharuskan saya untuk tiap bulan beli ukuran baru… Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan sesuatu untuk diri saya sendiri.

Tidak… saya tidak takut gemuk sebetulnya (denial mode ON)… tapi saya juga gak mau buang2 duit untuk beli pakaian2 ukuran EXTRA LARGE… dan dipelototin mbak2 di counter guess, ketika saya ngembaliin ukuran 29 yang biasa saya pake… dan berkali2 mencoba sampai ukuran 33 (WHATTTT???)

Dada saya juga udah sering sesek manakala saya berdesak-desakan dengan sesama perempuan pemburu SALE di counter2 branded item.

Saya mulai lelah ketika bermain dengan anak saya, yang sangat hyperaktif dan menuntut saya brakting seperti wonderwoman…

I should do something for my self nih…

Gue gak mau ngeluarin ekstra budget hanya untuk hal-hal yang sebetulnya gak penting… Lebih penting duit itu saya pake untuk masuk kembali menjadi member di pusat kebugaran yang selama ini sudah setia menemani saya..

Singkat cerita saya datang ke sana… Instruktur yoga saya (indian people) yang tadinya datang kerumah, melihat kedatangan saya sambil tersenyum…

“I told you before… doing this at the gym will make you more excited and feel more motivated”

“Iyeee… ini juga udah daftar kok”

Selanjutnya program awal… pemanasan seperti diposting saya disini.

saya kutip dikit kalo males ngeklik :P

Anyway… Ketika sedang di geber sama Instruktur saya kemarin, saya sempat menganggap enteng ketika dia nge-set Treatmill saya diangka yang cemen bener menurut saya:

Speed:  4.0 (tuhh, cemen khan?, hahahaha)

Incline:  3

Timer: 30 menit

Ahhh, ketttjiiillll ini mah… pikir saya.

Ok. Mulailah saya berjalan… Masih senyum2 karena nganggap enteng SPEED-nya. Secara… dulu nehhhh… SPEED 7.0 rpm aja saya masih jalan santaiiiii, *muna mode ON*

Tapi… gak nyangka… baru 9 menit saya dah mo pingsan!!!

Beneran loh, menit ke 10 seluruh tubuh saya seperti terbakar api. Dada saya serasa mo meledakkk… dan nafas saya sperti seorang yang sedang dikejar anjing gila.

Hahahahahahahahhahahaha… ini beneran loh, saya berasa kek abis dikejar anjing gila… tapi untung sampai selesai tubuh saya cukup patuh pada otak saya.

Saya treatmil sekitar 30 menit… Menit ke 20 adalah saat maksimal lemak terbakar, jadi kalo dibawah 20 menit… itu hanya untuk Kardiovascularnya, tapi tidak membakar lemak.

Kata instruktur saya… kalau mau lakukan selama 30 menit atau lebih. Semakin lama, akan semakin banyak lemak yang terbakar.

Usahakan juga ketika berjalan diatas tretmil, kunci perut anda sekuat mungkin, supaya semua lemak disana ter”peras” dengan baik.

Jangan berlari diatas tretmil kalau anda tidak terbiasa, karena hanya akan memberikan kerja keras pada jantung… dan ini sangat berbahaya untuk permulaan.

Lakukan dengan santai dan semampu kita dulu… lam-lama tubuh juga akan terbiasa kok.

Abis treatmill, saya sit up… 3 x 15 untuk perut bawah

3 x 15 untuk perut samping kiri

3 x 15 untuk perut samping kanan

dan 3 x 15 untuk perut atas.

Kapan2 saya kasih skrinsyut deh

After gerakan untuk perut… karena yang sangat bermasalah juga adalah paha saya… maka instruktur saya me”nyiksa” saya dengan tidak kenal ampun di alat yang namanya “Pull Lat machine”

waduhhh… bener2 menyiksa,… sekujur tubuh saya sakit minta ampun, mungkin lebih sakit dari diperkosa orang sekampung… beneran deh… tubuh saya serasa habis digebukin seribu monyet.

Tapi saya tidak menyerah.

Hari kedua saya ke Gym… Instruktur saya tidak mengijinkan saya latihan beban, karena akan merusak jaringan otot yang sudah terbentuk sehari sebelumnya. Hari ini cukup latihan kardo vaskular, untuk mengistirahatkan otot2 yang kemarin…

Just fyi,…. sebelumnya saya cuma 50 kg, pasca pemulihan sakit ukuran tubuh saya (2 minggu yang lalu)

Berat : 63 Kg

Tinggi: 158 cm

Lingkar dada : 98 cm

Lingkar lengan : 32.5 cm

Lingkar paha : 59 cm

Lingkar pinggul : 110 cm

Lingkar pinggang : 92 cm

Gila bukan???…

But wait… Is it imposibble to get my weight back?

Enggak kok… gak susah, beneran!. Dengan semangat yang tinggi untuk lebih sehat, ditunjang pola makan yang rendah kalori tapi kaya nutrisi, plus suplement yang tepat…. Tubuh saya mengecil hanya dalam 2 minggu (skrinsyut menyusul yah)

Berat : 60 Kg (berkurang 3 kg)

Tinggi: 158 cm

Lingkar dada : 92 cm (lemak punggung berkurang 6cm)

Lingkar lengan : 31 cm (berkurang 1.5cm)

Lingkar paha : 56 cm (berkurang 3cm)

Lingkar pinggul : 102 cm (berkurang 8cm)

Lingkar pinggang : 87 cm Berkurang 5 cm)

Tuhhh, cihuy banget khan?

Tentu saja mesti ditambah dengan suplement suplement yang bisa mencukupi kebutuhan gizi kita, jangan asal olahraga jangan asal diet. Itu yang penting.

Latihan kardionya :

Streaching : 10 menit

Treatmill : 10 menit pertama : Incline 1, Speed : 3,0

Menit ke 20’ – 30’ : Incline 3, Speed : 6,0

Pendinginan : Treatmill 10 menit : Speed tapping down from 6,0 to 3,0

Kapan-kapan saya share pola makannya juga yah.

Inti posting ini adalah…. APAPUN RENCANA ANDA… mari kerjakan dengan sungguh-sungguh, dengan niat yang besar, dan semangat yang tidak putus ditengah jalan… Apapun itu… semustahil apapun itu… PASTI AKAN BERHASIL

Hayooo… semangat. Hidup sehat sama aku yukkkk…

Next post—> kenapa lingkar pinggang begitu penting untuk mengukur kadar kesehatan kita?

selamta menutup hari dengan senyuman. Ahhh, hari ini indah bukan?

Salam hangat

Silly

Filed under Olahraga and perempuan at 23:52 and tagged , ,
1,145 comments »

29 April 2009

Perempuan dan Takut Gemuk

by silly

Siapa yang gak takut gemuk? Hayooo ngacung!

*ngitung, “satu… dua.,..tiga… empat… seribu… duaribu… tiga juta… empat juta… wahhhh banyak bener” * :P

Buat perempuan, gemuk itu momok yang menakutkan. Sekaligus kadang bikin kadar ketololan kita mencapai titik terendah… Saya doang deng, situ sih enggak, hehehe :P

Eh, aku gak ngomongin orang lain yah… What I’m talking about is my self,… gue dan ketololan gue sama yang namanya takut gemuk.

Anyway, by the way, bus way…

Yang sebenarnya terjadi adalah, karena sesuatu dan lain hal, saya harus mengkonsumsi obat-obatan yang entah kenapa kemudian membuat tubuh saya membengkak 13 kg hanya dalam 4 bulan, means nyaris tiap minggu saya naik sekilo, terutama pasca saya keluar dari RS, after dirawat hampir sebulanan (bukan hamil dan melahirkan loh, catet).  :lol:

Nahhhh… 13 kilogram??? Kebayang gak sih bengkaknya kayak apa???

Awalnya saya orang paling pede didunia (baca: narsis), gak gitu peduli sama berat badan. Abis gimana… udah manis mah manis aja terus, gak peduli mo gemuk atau kurus… kado dah manis dari sananya ya teteup aja ngangenin… 

*dihajar massa*

Singkat cerita, sekarang saya sedang menjalani program penurunan berat badan.  Karena naiknya juga karena hormon, maka turunnya juga mesti undercontrol dokter.

Kemarin adalah minggu ketiga saya olahraga. And amazingly… saya udah turun 3 KILO sih, asyik khan?… Tapi masih jauh banget dari sukses.

Kapan-kapan saya share deh gimana cara saya nurunin berat badan, tapiiii… kalo udah berhasil yahhh… Doain. Jadi nanti ada artikel bersambung yang judulnya

Perempuan dan Program Pelangsingan, ahakahakhakahakahakahak.

Anyway… Ketika sedang di geber sama Instruktur saya kemarin, saya sempat menganggap enteng ketika dia nge-set Treatmill saya diangka yang cemen bener menurut saya:

Speed:  4.0 (tuhh, cemen khan?, hahahaha)

Incline:  3

Timer: 30 menit

Ahhh, ketttjiiillll ini mah… pikir saya.

Ok. Mulailah saya berjalan… Masih senyum2 karena nganggap enteng SPEED-nya. Secara… dulu nehhhh… SPEED 7.0 rpm aja saya masih jalan santaiiiii, *muna mode ON*

Tapi… gak nyangka… baru 9 menit saya dah mo pingsan!!!

Beneran loh, menit ke 10 seluruh tubuh saya seperti terbakar api. Dada saya serasa mo meledakkk… dan nafas saya sperti seorang yang sedang dikejar anjing gila.

Apaa2an nih… kok bisa se cemen ini tubuh saya.

Otak saya bilang,

“Udah stop ajahhh… ngapain sihhh capek2, mending juga tidur2an lagi, makan lagi… situ khan lagi sakit, orang sakit gak boleh olahraga kenceng2 loh, nanti tambah sakit”

Setan ini mengulang godaannya dengan kata-kata manis…

“Eh, situ kurusan emang manis, tapi gemukan juga tetep manis kokkk… bohay lagi… udah yukkk pulang, Pizza Hut menanti tuhhh” :P

Dan tangan saya hampirrrrrrrrrrrrrr saja sukses memencet tombol STOP, right before my instruktur came and press the button SPEED UP!!!... lalu menaikkan kecepatannya menjadi…. 5.0!!! Ohhh, nooo…

Arrrrggggghhhhhhhhhh…. Mau bunuh saya ya mas??? 

Sang Instruktur bilang, pasti bisa… Gak mungkin gak bisa… it’s just the state of mind kok.

Saya lalu berfikir…

Bener juga sihhh… kalo dulu saya sudah bisa melalui ini, kenapa sekarang enggak. Tadi buktinya saya bilang “cemen”… Saya pasti bisa kok… pasti”

Dan ternyata SAYA BISA!!!

Ahhh, lagi-lagi saya belajar dari kehidupan ini.

Ketika kita sedang menghadapi ujian hidup, sebetulnya kita sedang dilatih untuk MENJADI KUAT…

Actually…

Kurang olah tubuh dan kurang latihan ternyata justru membawa dampak buruk buat massa otot dalam tubuh kita. Kemarin ketika mencoba mengangkat beban 10kg, saya hanya sanggup sampai pada repetisi ke 10… biasanya sampai repetisi ke 20 (hayolohhh,… pasti pada nyangkain saya atlet angkat besi yach, ahakhakahkahakahakhak, bukan kok… saya errr… kuli pelabuhan :) )

Yang mo saya underline disini adalah… disesi latihan saya itu… tiba2 pikiran ini terlintas dalam benak saya… Hmmm, seperti ini pulalah KEHIDUPAN itu sebetulnya.

KADANG KITA MEMANG PERLU BANYAK LATIHAN MENGHADAPI MASALAH2 di KEHIDUPAN KITA… supaya kita jadi LEBIH KUAT, LEBIH MAMPU MENANGGUNG BEBAN HIDUP, dan bisa naik kelas ke tahap berikutnya.

Ketika tidak banyak latihan,… saya malah tidak sanggup menganggat beban ringan sekalipun… even cuma 5kg. Padahal ketika saya sering berlatih, 10 kilo doang mah… lewattttt…. (lewat didepan saya maksudnya, ahakahakhakahak).

Sama ketika saya sedang berlari di treatmill… ketika saya bilang pada diri saya sendiri,

“Gila… gue gak sanggup nihhh”   Maka kita pasti tidak akan sanggup.

Tapi ketika kita mengencourage diri sendiri, “GUE BISA, masak gini doang gak bisa sih?”…  maka yakinlah… anda pun akan sanggup melakukan segala hal.

Ketika kita sudah terbiasa menganggak “BEBAN” yang berat, kita tidak akan kepayahan, ketika kita dihadapkan pada persoalan2 yang kecil.

EVERYBODY’s LIFE is complicated… yang membedakan hanyalah cara kita memilih jalan keluarnya.

Once again…

Semua pasti setuju kalo saya bilang hidup itu sulit, tidak ada yang mudah didunia ini… tapi ada banyak cara DIA membuat kita kuat, dengan melewati berbagai rintangan dalam hidup.

Jadi ketika kita sedang dalam masalah… NIKMATILAH tu sebagai sekolah. Abis ini… kita pasti naik kelas.

PASTI.

Dan kita akan merayakan hari kelulusan kita nanti dengan sukacita. Itulah makna kehidupan yang sebenarnya.

Bonus: Artikel gokil tentang Takut gemuk saya posting diblog utama saya disini

Filed under Olahraga and perempuan at 16:55 and tagged , , ,
1,299 comments »