9 August 2009
Siapa yang tidak menonton drama penggrebekan gembong teroris yang diduga adalah Noordin M Top? Kalo iya, berarti anda tidak baca himbauan saya disini, maupun yang ditulis oleh mas CM disini… STAY UPDATED!!!

Ok, saya gak akan ngebahas soal siapa yang brhasil dibunuh dalam penggrebekan kemarin itu. Buat saya, nonton langsung acara penggrebekan kemarin, meskipun hanya melalui layar kaca, sungguh sangat menghibur sekaligus membuat saya bangga akan kinerja Densus 88 kita (kebayang mereka yang langsung melihat peristiwa ini dilapangan, perasaannya pasti campur aduk).
Masih dengan perasaan haru yang membuncah… *halah, bahasa gue cong, hahaha*,… saya ingin kembali mengingatkan kita untuk selalu waspada… MEREKA ADA DISEKITAR KITA.
Coba bayangkan, mereka bisa leluasa membawa bahan peledak ke kompleks perumahan warga di JATI ASIH bekasi. Tidak tanggung2, ada 500 kg bahan peledak, aduhhhh, Coba baca aja deh sendiri, saya lagi males nge-link kemana-mana. Yang jelas, mereka bisa masuk ke perumahan warga, dan warga tidak menaruh curiga sedikitpun padahaaaalllll…
- Mobil bak terbuka yang masuk ke kompleks tersebut No. Polisinya ditutup kardus (harusnya kita sudah curiga kalau ada yang kayak gini… mobil bukan mobil baru, dan nomer polisi tidak seharusnya ditutupi kardus bukan?)
- Kalau anda punya rumah yang akan anda sewakan ke penyewa, sebaiknya cari tahu betul akan dipergunakan oleh siapa rumah itu, penyewa bekerja dimana, agak sedikit lebih waspada jika KTP pemilik berasal dari daerah-daerah yang paling dicurigai tempat bersarangnya gembong teroris. Jangan langsung curiga, hanya waspada ajah.
- Pertegas Intuisi kita, jangan lengah,… siapapun disekitar kita, bisa jadi tersangka, dan kapapun kita bisa jadi korban. Mulai sekarang, lebih awarelah akan lingkungan sekitar anda.
- Sekali lagi mengulang info mas CM, STAY UPDATED. Jangan lagi tidak peduli akan perkembangan politik ditanah air kita ini. Kalau bukan kita, siapa lagi? Mengharapkan aparat untuk terus menerus menjaga dan mengawasi lingkungan kita juga rasanya tidak fair dan terlalu konyol. Selagi bisa, STAY UPDATED!
Okay, sekarang kembali ke peristiwa kemarin.
Dari lubuk hati yang paling dalam saya mengucapkan syukur alhamdulillah puji Tuhan Thanks God, Praise The Lord, bahwa pada akhirnya antek2 teroris tersebut berhasil ditangkap meskipun dalam keadaan meninggal. At least polisi dan densus 88 berhasil menggagalkan rencana pengeboman yang akan mereka eksekusi 2 minggu depan, which is pas HUT KEMERDEKAAN RI.
Apa yang ada dibenak mereka yah, kok tega2nya mau menghancurkan bangsa sendiri? Cihhhhhhhhhhhh, muak saya rasanya. Atas nama apapun, tidak ada yang pernah memberikan hak kepada manusia atau kelompok manapun untuk mencabut nyawa manusia2 tak berdosa dengan cara yang sangat keji seperti itu.
Terorist, Go To hell !!!. I mean It !!!. *gw gak takut, bentar lagi mati inih* :p
Btw, Memang belum ada yang bisa memastikan apakah Noordin M Top sudah meninggal atau belum, tapi buat saya, ini tetap prestasi Polisi dan Densus 88 yang harus diacungi Jempol.
BANGGA SAYA PUNYA POLISI DAN DENSUS 88 yang handal seperti ini. SALAM HORMAT DAN SUJUD untuk bapak-bapak semua. Silly menjura pak…
*menjura dalam-dalam*
Btw, kata teman saya dimilis sebelah (ohya, namanya budi, yang suka banget main bola itu loh, makanya gak naik kelas, Essssdeeee muluuu, hihihi) Nurdin M Top belum mati, soalnya kalo Nurdin M Top mati, pasti matinya diatap…
Loh kok gitu?. Iya, kalau mengamati ciri-ciri kematiannya (katanya nih) berdasarkan primbon nama, sebenarnya harusnya Nurdin M Top tuh mati-nya di atap rumah :
1. Kalau mati di kamar mandi = Noordin M Pup,
2. Kalau mati di kolam = Noordin M Pang,
3. Kalo mati di Clubbing = Noordin M Club or M bassy
4. Kalo mati di taman lawang = Noordin M beeeerrr,
5. Kalo mati pas nge sex= Noordin M L,
6. Kalo mati di parkiran = Noordin M. Stop,
7. Kalo mati di kaki lima = Noordin M. Peran,
Lahhhh… kalau tidak jelas matinya di mana: Noordin M-buh! (ini kata la Manohara), qiqiqiqiqiqiqiqiqiqiqiq…
Ya sudahlah, siapapun yang kemarin ditembaki polisi itu, memang belum tentu Noordin M Top. Tapi pasti adalah antek2 teroris. Jadi tetaplah waspada
Salam Hangat,
-Silly-
12 May 2009
Sudah lama saya ingin sekali menulis ini. Cuma saya belum merasa menemukan kata-kata yang pas untuk mengungkapkan ini.
Tapi semenjak acara televisi akhir-akhir ini didominasi oleh kasus Antasari Ashar, Rani Juliani dan Nasruddin Zulkarnaen, saya menjadi tergelitik untuk ikutan komentar…
Kasus ini semakin lucu banget menurut saya,… Rada eneg sendiri sebetulnya melihat pemberitaan yang terus-menerus memojokkan Rani dan Antasari, seolah ini murni kasus perselingkuhan biasa atau cinta segitiga antara 3 anak manusia. (gak usah pake “pak” & “mbak” yah, lagi ngales ngetik) 
Well… Semua pasti tahu soal Antasari dan Nazruddin dan Rani-yang-emang- manis-tapi-gak-cakep-cakep-amat-Juliani ini.

Gambar dibajak dengan semena2 dari blog ndorokakung 
Antasari, yang selama ini dikenal sebagai Orang yang tegas dan gigih dalam memberantas korupsi akhirnya jatuh juga… hanya oleh seorang caddy bernama Rani?

Gambar diambil dari sini
Ahhh.. kalo dipikir dengan logika, masak sih orang yang terpelajar begitu, yang mengerti betul soal hukum, tiba-tiba bisa berbuat begitu tolol, hanya untuk urusan sejengkal dibawah perut itu?
Nonsense… agak gak masuk akal menurut saya.
Apakah segitu dahsyatnya pengaruh PEREMPUAN ini…. sehingga… kenikmatan sesaat yang hanya dirasakan sekitar 7 DETIK??? (kalo kata orang perancis, DIE in SEVEN SECONDs), bisa menghancurkan karir Antasari yang sudah dirintisnya selama puluhan tahun?
Ahhh, kok ya rada gak masuk akal sih?
CMIIW, but as for our consideration, Nasruddin juga kabarnya memeras A-A dalam kasus ini. Yang saya bingung… kok tiba2 aja dia tahu Rani dan A-A sedang berasyik masyuk di kamar 808 Grand Mahakam? Bahkan sampai mengabadikan mereka segala lagi… hmmmm… ada yang agak disengaja disini sepertinya.
Kalo menurut ndorokakung, tidak ada konspirasi apapun dibalik ini…
Bagaimana dengan anda, are you sure???…
Saya kok gak yakin yahhh…
Di negeri ini, sudah terlalu jamak cara-cara untuk mengalihkan perhatian dari Issue nasional, seperti ini… dengan menyuguhkan cerita-cerita yang berbau-bau perselingkuhan… as we all know… cerita-cerita soal perselingkuhan pejabat selalu menjadi topik hangat dan yummy untuk jadi konsumsi publik.
Mungkin karena hidup kita sudah tidak lucu lagi, sehingga perlu dihibur dengan cerita2 roman kek gini… Cara yang paling jitu dalam mengalihkan perhatian.
Sekarang… coba diingat2 lagi deh.
Apakah kita masih ingat/meributkan akan carut marut kerja KPU pasca PEMILU kemarin???
Apakah kita masih ingat kasus BLT yang tidak pernah sampai pada mereka memang benar-benar membutuhkan???
Apakah kita masih ingat pada kasus-kasus korupsi Anggota DPR, yang tiba-tiba meminta supaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunda penyidikan dan penuntutan terhadap kasus korupsi selama belum ada pengganti Ketua KPK Non-Aktif, Antasari Azhar???.
Banyak anggota DPR dan pejabat yang ketakutan, karena sepak terjang KPK sekarang ini begitu tidak pandang bulu, sehingga beberapa anggota DPR terpaksa harus menanggung malu mendekam di penjara karena terbukti melakukan tindakan korupsi?
Apakah kita masih ingat kasus-kasus besar lainnya yang… errr… Jujur, saya aja jadi lupa gara2 urusan Rani Juliani yang udah nyaingin ketenaran blog saya…
Cihhhh…. *injek2 blognya Ran-Jul*
(pertanyaannya… Emang blog saya tenar apah??? Ahakahakhakahakahkak… kiding
*dipentung* )
Anyway…
Kalo menurut saya yang dodol ini… Ada konspirasi besar tingkat tinggi yang jauhhh dari bayangan kita, dibalik semua peristiwa ini.
Bahwa Antasari bersalah karena selingkuh dengan Rani… YES, itu betul. Khan emang kebukti tertangkap basah sedang berduaan dengan Rani di kamar 808 Hotel Grand Mahakam.
Tapi bahwa dia jadi dalang pembunuhan… HANYA GARA-GARA urusan Rani doang??… menurut saya terlalu dangkal… Jauhhh dari situ malah. Jelas ada konspirasi tingkat tinggi dibalik ini semua.
Saya malah berfikir… lagi2 ini cuma analisa tolol saya aja loh ya… kalo Rani digunakan jadi UMPAN untuk menjebak pak AA… kalau tidak… mengapa polisi begitu getolnya menyembunyikan Rani??? *ingat lohhh… disembunyikan, eh di”aman”kan oleh polisi… SEJAK HARI PERTAMA… pembunuhan pak NZ*
Saya lebih senang menyebutnya sebagai KONSPIRASI DARI BARISAN SAKIT HATI… Barisan orang-orang yang yang merasa “KOMPOR”-nya ditendang2in sama Antasari… Bukan cuma ditendang-tendangin… Antasari malah membuat mereka dikurung dan membuat dapur mereka berhenti ngebul.
Wajar khan kalo kemudian barisan ini lalu melahirkan konspirasi tingkat tinggi… yang tentu saja dikelola dengan cara yang halus, mulus, dan MAIN CANTIK.
Dan lagi2… perempuan lagi yang dijadiin umpan.
Ah, kasihan juga yah perempuan itu… Udah jadi Object… dijadiin tameng pulak.
Istri AA misalnya… Disuruh konfrensi pers untuk mengklarifikasi kelakuan bejad suaminya diluar?… Lalu mempertontonkan CIUMAN YUDAS-nya dihadapan seluruh media yang meliput dan ditonton oleh seluruh rakyat indonesia? Cih, kesian aja gue sih sama istrinya…
Kalo saya jadi Antasari… malu saya nyuruh2 perempuan yang saya akui sebagai istri saya, untuk ngejilatin ludah yang sudah saya buang sembarangan.
Terlepas dari itu semua… lagi-lagi kalian laki-laki harus mengakui bahwa ketika dihadapkan pada ke 3 hal ini… kadang kalian “agak” kehilangan logika dan akal sehat kalian…
H.A.R.T.A.
T.A.H.T.A.
W.A.N.I.T.A.
Ahhh, sudahlah…
Saya YAKIN seyakin-yakinnya umat,… kalo nanti Rani Juliani yang blognya-sumpah-mampus-jadi-ngetop-mendadak-padahal-tulisannya-biasa-aja itu keluar dari persembunyiannya… doi pasti sudah ahli dalam bicara. Sekarang lagi ditraining dulu, harus ngomong apaan nanti dimedia kalo ditanya wartawan 
Again… Di negeri ini, issue panas apa sih yang gak bisa dipelintir??? 