19 April 2009
Perempuan Senja dan 1000 burung kertas
Aku memandangi perempuan ini dalam diam…
Ada haru yang menyesakkan dadaku ketika melihat senyumnya yang terus mengembang, manakala jari jemarinya dengan lincah mengajari anakku membuat burung-burung kertas dari origami paper warna-warni.
Jari-jarinya mungil… putih dan tetap cantik meski sudah termakan usia itu… Ah, cantik sekali kamu mom… mengapa tidak kau turunkan cantik itu untukku… Kupandangi jari jemariku… hmmm,… aku bahkan tidak pernah memberikan yang terbaik untuk jari jemariku… yang selama ini sudah setia mengerjakan semua tugas-tugasku.
Kupandangi lagi wajahnya. Ahhh… wajah itu… selalu memancarkan warna warni yang lebih cerah dari warna warni kertas origami yang berserakan dihadapannya.
Sesekali matanya melirik padaku sambil tersenyum bangga… manakala anakku berhasil menyelesaikan satu burung kertasnya… Seolah hendak berkata:
“Did you see that honey?… You have done a very good job on her, I’m so proud of you”.
Dan aku menatapnya kembali dengan mesra, sambil tersenyum mengangguk… Meyakinkannya bahwa aku tahu rasa apa yang ada dihatinya. Dan dengan haru yang membuncah aku akan berkata…
“Yes, mommy, I know…. And I’m copying that from you”
Lalu perempuan ini bercerita tentang dongeng Seribu burung kertas pada anakku. Konon seribu burung kertas ini dibuat ketika kita hendak memohon sesuatu, seperti kesembuhan bagi orang yang kita cintai.

Siang itu…
Beliau brcerita tentang seorang wanita yang diusia senjanya… tiba-tiba menyadari bahwa kesempatannya untuk menebar cintanya di dunia ini sudah tidak panjang lagi.
Waktunya tidak banyak lagi… dan dia merasa belum melakukan banyak hal untuk membuat hidupnya berharga di dunia ini.
Ya… penyakit kanker yang dideritanya, kini sudah menyebar ke hati (Liver) dan Kelenjar Getah Beningnya (KGB).
Tidak ada lagi harapan baginya untuk hidup, tidak ada lagi harapan baginya untuk sembuh.
Tapi dia masih punya kesempatan untuk membuat hidupnya berarti. Dan disisa waktunya yang tinggal sedikit ini… dia ingin menghabiskannya dengan sahabat-sahabatnya dan orang yang paling dicintainya… Lelakinya.
Yang ajaib kemudian adalah… sahabat-sahabatnya mulai membuat 1000 burung kertas untuk kesembuhannya, disetai doa… supaya perempuan ini tetap ada ditengah-tengah mereka, bahkan sampai melewati batas vonis yang diberikan dokter.
Dan entah karena doa yang dipanjatkan sahabat-sahabatnya melalui 1000 burung kertas tadi… atau karena Tuhan masih terlalu sayang pada orang-orang yang dikasihi si perempuan senja ini,… sehingga mereka masih dikasih sedikit lagi waktu untuk menunjukkan padanya, betapa mereka mencintai perempuan ini…
Ya… 8 bulan sisa waktu yang diberikan dokter sudah lewat… entah masih berapa lama lagi waktu yang tersisa… tapi dia tidak lagi perduli.
Setiap hari yang hadir diwajahnya hanya senyuman yang tulus…
Seperti hari ini, ketika perempuan senja ini bercerita tentang kanker yang sudah menggerogoti hampir seluruh organ dalam tubuhnya.
Dengan tersenyum dia berkata,
“Kalau saya masuk rumah sakit lagi…. berarti itu udah yang paling terakhir yahhh… gak boleh ada yang nangis yahh… saya gak papa kok… saya cuma pindah rumah… “
Ahhhh… Kamu…
Hari ini aku belajar sesuatu dari perempuan senja ini…
“Patience… and Happiness… is UNLIMITED… when you already have peace with your self”
“Kesabaran… dan Kebahagiaan… sudah tak terbatas lagi… Ketika kita sudah berdamai dengan diri sendiri”
Dan airmata ini kembali mengucur deras.
Mom… Please hang in there… Just give me a little bit more time… when I make our dream come true.